Motor Bebek Yamaha Force 115CC Melanjutkan Kedigdayaan Vega


Yamaha berpandangan bahwa produsen-produsen motor yang memasarkannya di Indonesia berlomba-lomba mengembangkan pasar matic. Sementara itu, pasar sepeda motor bebek entry level itu kurang diperhatikan. Padahal, Yamaha pernah menyeruak di tengah badai krisis moneter pada 1998 lewat bebek bernama Vega.

“Vega secara history itu sangat kuat. Sejak kita keluarkan zaman krismon dulu, hanya kita keluarkan Vega, hanya satu warna, warna hitam. Tapi motor itu menjadi legend karena andal, terkenal bandel motornya. Kualitas Jepang, tapi harga terjangkau zaman itu,” urai Dyonisius Beti, Wakil Presiden Yamaha Indonesia.

“Jadi intinya meraih semua impian. Tetap konsumen membutuhkan motor dengan harga terjangkau, tetapi ekonomis. Ekonomis bukan hanya fuel consumption. Dalam artian, ini harga terjangkau, biaya operasional irit bensin, perawatannya itu murah, dan sedikit perawatan, bandel,” bahas Dyon.

Oleh karenanya Force ingin melanjutkan kedigdayaan itu. Di samping itu pula, pasar bebek yang menunjukkan kebutuhan konsumen semacam itu lewat motor berharga terjangkau dan bandel tetap ada.

“Nah karakter yang seperti itu sebenarnya pasarnya kuat. Pasar yang seperti itu sebenarnya yang harusnya dikembangkan. Tetapi modelnya sudah membosankan. Baik merek kita, maupun merek-merek tetangga, sudah tidak mengembangkan produk-produk ini lagi,” tambahnya.

Yamaha Force sendiri bermesin 115cc bersistem suplai bahan bakar injeksi. Mesinnya juga sudah mengaplikasikan forged piston dan teknologi low friction atau teknologi minim gesekan.

Force dibanderol Rp 13,3 juta on-the road Jakarta. Ia berada di tengah-tengah antara Vega ZR yang dijual sekitar Rp 12,3 juta dan Jupiter Z1 seharga Rp 14,3 juta.